PROFIL DESA LINGSIR

                                                            

 Desa Lingsir merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, Kalimantan Selatan. Desa ini merupakan hasil pemekaran dari Desa Kaladan (yang sekarang menjadi Kelurahan Batu Piring).

Keberadaan Desa Lingsir sudah ada sejak tahun 1930-an, namun pada awalnya lokasi pemukiman berada di Lingsir Bawah (yang sekarang menjadi area perkebunan karet dan berbatasan dengan Desa Halubau/Ambuyang). Kemudian masyarakat berpindah ke Lingsir Atas hingga sekarang.

Perpindahan tersebut terjadi pada tahun 1940-an, saat dibangun masjid di Lingsir Atas oleh salah satu warga yang mewakafkan tanahnya. Karena ingin dekat dengan tempat ibadah, masyarakat kemudian berbondong-bondong pindah ke wilayah tersebut.


BATAS WILAYAH

  • Sebelah Utara: Desa Bungin

  • Sebelah Selatan & Timur: Kelurahan Batu Piring

  • Sebelah Barat: Desa Halubau (Ambuyang)


ASAL USUL NAMA DESA

Nama Desa Lingsir berasal dari legenda masyarakat setempat, yaitu kisah Putri Junjung Buih. Konon, tempat pemandian Putri Junjung Buih berada di Batu Piring (sekarang Kelurahan Batu Piring), sedangkan tempat bermainnya berada di wilayah Desa Lingsir.

Dalam cerita tersebut, Putri Junjung Buih bermain prosotan yang dalam bahasa Banjar disebut balilingsiran. Dari cerita tersebut, masyarakat kemudian menamai wilayah ini sebagai Lingsir, yang digunakan hingga sekarang.


LUAS WILAYAH

Luas wilayah Desa Lingsir adalah sekitar 477,6 hektar, yang terdiri dari dataran tinggi, perbukitan, lahan tegalan, serta persawahan.


JUMLAH PENDUDUK

Per Pebruari 2026, jumlah penduduk Desa Lingsir sebanyak:

  • Laki-laki: 389 jiwa

  • Perempuan: 417 jiwa

  • Total penduduk: 806 jiwa

  • Jumlah Kepala Keluarga (KK): 251 KK 


PEKERJAAN MASYARAKAT

Sebagian besar masyarakat Desa Lingsir bekerja sebagai petani dan pekebun. Aktivitas sehari-hari biasanya dimulai dengan menyadap karet pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan bertani di sawah pada sore hari, terutama saat musim tanam.


AGAMA

Mayoritas masyarakat Desa Lingsir beragama Islam. Selain itu, terdapat sebagian kecil warga yang beragama Hindu.


SARANA DAN PRASARANA

  • Kantor Desa: tersedia dan dalam kondisi baik

  • Kesehatan: terdapat posyandu dan rumah bersalin

  • Pendidikan: tersedia SDN Lingsir, Madrasah Tsanawiyah Alkhairat, serta TK/PAUD dan TPA

  • Tempat Ibadah: terdapat 1 masjid dan 4 mushala/langgar


ADAT ISTIADAT

Adat istiadat masyarakat Desa Lingsir masih terjaga hingga saat ini. Salah satunya adalah tradisi ba maulid tan, yaitu pembacaan syair maulid Nabi Muhammad SAW yang dilakukan menjelang musim tanam di area persawahan atau perkebunan, dengan tujuan memohon keberkahan hasil panen.

Selain itu, pada tanggal 10 Muharram, masyarakat juga membuat bubur Asyura yang terdiri dari berbagai macam bahan. Tradisi lainnya meliputi bamandi-mandi saat pernikahan dan bahambur beras kuning.

Tradisi-tradisi ini menjadi bagian penting dari budaya dan kehidupan masyarakat Desa Lingsir.


Comments

  1. Maulid di Hutan.. salah satu adat istiadat yang ada di desa Lingsir, juga di desa sekitarnya. Adat ini biasanya dilaksanakan ketika menyambut musim tanam

    ReplyDelete
  2. terimakasih masukannya.kami sangat memerlukan masukan2 yang membangun.

    ReplyDelete
  3. Di desa lingsir kebanyakan warga nya bekerja sebagai pengais karit

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resep Tempoyak Binjai sederhana

Baariyan