kerajinan yang hampir punah
Dulu kegiatan warga desa lingsir mengisi waktu luang disela kegiatan rutin di perkebunan karet dan persawahan para ibu-ibunya sibuk dengan
 |
Poto warga membuat anyaman dari bambu ( sarakap ) alat untuk menagkap ikan |
kegiatan anyaman baik itu anyaman tikar atau bakul dan bermacam jenis anyaman lagiyan dilakukan baik secara berkelompok sambil ngerumpi atau perorangan dirumah sedangkan para anak-anak membantu sambil belajar secara tidak langsung tentunya diselingi juga denga bermain-main yang pada akhirnya membuat merika menjadi mahir dan juga terampil dalam hal anyam menganyam.Sedangkan para bapak-bapaknya sibuk dengan berbagai macam kegiatan diantaranya ada yang sibuk mencari ikan juga berkebun sayur-sayuran juga menyadap pohon aren yang selain untuk dijadikan gula merah(habang) juga untuk dijadikan cuka yang warga disini menyebutnya cuka laang digunakan oleh masyarakat sini untuk teman mancuk ( ngerujak )ada juga yang membuat berbagai macam anyaman yaitu yang berkenaan dengan alat-alat untuk menangkap ikan seperti keranjang untuk tempat ikan lukah juga sarakap ( alat untuk menangkap ikan ) dan banyak lagi anyaman yang lainnya.
Tapi seiring berjalannya waktu atau jaman perlahan-lahan kegiatan semacam itu semakin ditinggal kan oleh warga desa tergusur dan digantikan oleh alat-alat elektronek apa lagi sekaran dengan masuknya berbagai macam teknulogi akhirnya sekarang keterampilan dan kegiatan warga desa sudah hilang digantikan oleh remot televisi dan juga telepon seluler.
Akhirnya ketika anak mudanya ditanya adakah warga yang masih bisa dan terampil dalam hal anyam mengayam jawabannya tidak.Ada yang bisa tetapi jawabanya disamping bahan bakunya yang sulit juga jawabanya karna malas
sekarang yang masih bertahan dalam hal anyam-menganyam yaitu seorng kakik yang sampai sekaran masih membuat alat- alat untuk menangkap ikan tetapi beliau hanya membuat alat atau anyama berdasarkan pesanan dari warga.
kalau hal ini tidak diwariskan kepada generasi mudanya maka semua ini hanya tinggal cerita,tetapi semuanya akan punah.
melihat hal itu pemerintahan desa lingsir pada tahun 2017 ini berinisyatif untuk kembali membangkitkan semua itutentunya kepada para pemuda di desa lingsir ini.Oleh sebab itu pemerintahan desa yang dipimpin oleh kepala desa ber sama BPD dan masyarakat desa akan mengalokasikan menganggarkan sedikit dari dana desa untuk kegiatan ini.
mantap.. melestarikan, hasil karya tradisional,
ReplyDelete